GOWA, BARATIMUR.COM– Rasa aman warga Desa Taeng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, kini terusik oleh aktivitas mencurigakan yang terekam dalam dua malam terakhir. Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan adanya sekelompok orang tidak dikenal yang membawa senjata tajam (sajam) di wilayah tersebut. Bukti visual dari pantauan CCTV memperkuat dugaan bahwa teror ini bukan sekadar isu liar, melainkan ancaman nyata yang membayangi ketenangan warga.
Menanggapi beredarnya video rekaman CCTV tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) AJUN Kota Makassar, Wahyu Mustaman Dg Lewa, secara tegas mengecam tindakan intimidasi yang meresahkan publik. Ia menegaskan bahwa fenomena ini tidak dapat dibiarkan karena berpotensi menciptakan ketakutan massal dan mengganggu stabilitas keamanan desa.
“Ini adalah bentuk teror yang tidak bisa ditoleransi. Jika benar terjadi, dampaknya langsung dirasakan warga berupa rasa takut dan ketidaknyamanan dalam beraktivitas,” ujar Wahyu Mustaman Dg Lewa.
Lebih lanjut, ia mendesak pihak kepolisian, khususnya jajaran Polsek Pallangga yang membidangi wilayah Taeng, untuk segera mengambil langkah preventif yang konkret. Menurutnya, respons aparat harus lebih dari sekadar penanganan pasca-kejadian; pencegahan melalui kehadiran fisik di lapangan adalah kunci utama.
“Kami meminta kepolisian untuk memperketat keamanan, khususnya dengan meningkatkan frekuensi patroli malam hari. Kehadiran polisi di titik-titik rawan mutlak diperlukan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan serta memberikan jaminan keselamatan bagi warga,” tegasnya.
Desakan ini muncul di tengah tingginya ekspektasi masyarakat terhadap perlindungan negara. Keberadaan kelompok bersenjata tajam di permukiman warga adalah pelanggaran serius terhadap ketertiban umum. Publik menunggu aksi nyata dari Polresta Gowa dan Polsek Pallangga untuk mengungkap identitas pelaku sekaligus memulihkan rasa aman yang sempat terenggut. Keamanan bukan barang mewah, melainkan hak dasar setiap warga yang wajib dilindungi tanpa kompromi.(*/)













