Dinamika Konflik Antara Eskalasi Kekuatan dan Urgensi Diplomasi

- Penulis

Jumat, 26 Juni 2026 - 03:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Hrd Tl

GOWA | BARATIMUR.COM–26 Juni 2026–Sebuah representasi metaforis tentang eskalasi konflik yang tak terkendali. Adegan letusan meriam yang dahsyat bukan sekadar tontonan aksi, melainkan simbol dari titik balik di mana dua kubu yang berseteru telah melampaui batas rasionalitas. Alih-alih mencari jalan keluar, kedua belah pihak justru mempersiapkan peluru susulan dengan keyakinan bahwa kekuatan destruktif yang lebih besar akan menjadi penentu kemenangan. Fenomena ini mencerminkan paradoks klasik dalam setiap sengketa, semakin tinggi intensitas serangan, semakin sempit ruang untuk kompromi.

Puncak ketegangan tercapai ketika Panglima Kubu Tubarania mengandalkan pertahanan mutlak “Ajian Ilmu sebuah simbol ketahanan pasif yang berakar pada tradisi dan kearifan lokal. Namun, respons dari kubu lawan datang dari Tumanurung dengan bentuk ofensif total melalui ilmu kecerdasan yaitu representasi dari kekuatan agresif yang tidak mengenal ampun. Pertarungan antara kedua ajian ini bukan lagi soal strategi militer, melainkan benturan ideologi : mempertahankan status quo versus menghancurkan demi dominasi. Dalam konteks adegan ini mengingatkan kita bahwa ketika spiritualitas dan kesaktian dijadikan alat perang, yang tersisa hanyalah kehancuran bersama.

Baca Juga:  Kali Kedua Bupati Gowa Mangkir dari Panggilan Tipidkor, Besok Dijadwalkan Diperiksa

Di tengah kekacauan yang memuncak, Panglima utama tampil sebagai figur sentral yang merepresentasikan suara akal sehat. Lompatannya dari kursi bukan sekadar gerakan fisik, melainkan manifestasi dari keberanian moral untuk menghentikan siklus berkepanjangan.

Ucapan beliau dalam logat daerah, Oe: “Apa ngasemg antu Nupare’ Mae ngasengko anrinni nakupawwangko, Tena anjo nakkulle nuboya baji’na” bukanlah perintah atasan kepada bawahan, melainkan seruan manusiawi yang menyentuh esensi konflik “Carilah solusi terbaik, jangan biarkan ego dan ambisi menghancurkan masa depan.” Pesan ini mengandung kedalaman filosofis di kedua pihak, bahwa perang berita tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk sama sama menjatuhkan.

Sayangnya, seruan diplomasi ini ditolak mentah-mentah oleh salah satu kubu. Respons “Tunggu saja, serangan berikutnya akan kuledakkan dengan peluru kaliber tinggi”

“Sikap ini menggambarkan bahaya terbesar dalam setiap konflik, ketika salah satu pihak merasa memiliki keunggulan absolut (baik berupa ajian sakti maupun senjata modern), mereka kehilangan kemampuan untuk berempati dan bernegosiasi.

 

Butta Gowa Kala’birangku

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel baratimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

12 Agustus Jadi Penentu, Bupati Gowa Bicara Sebelum DPRD Ambil Keputusan
Kali Kedua Bupati Gowa Mangkir dari Panggilan Tipidkor, Besok Dijadwalkan Diperiksa
Bawa Busur Panah dan Ketapel, 2 Pemuda Diamankan Jatanras Polresta Gowa
Babinsa Kawal Program Makan Bergizi Gratis di Pattallassang, 1.144 Penerima Nikmati Menu Bergizi
Dandim 1409/Gowa Beri Penghargaan kepada Wartawan Mitra, Apresiasi Peran Pers Dorong Keterbukaan Informasi
Babinsa Koramil Pallangga Kawal Penyaluran Makan Bergizi Gratis di Bontoramba, Sasar 7 Sekolah
Babinsa dan Warga Gotong Royong Bersihkan Selokan di Cikoro, Cegah Genangan Saat Musim Hujan
Remaja 18 Tahun di Gowa Ditangkap Usai Diduga Bobol Gudang Pertukangan, Kerugian Korban Capai Rp 6 Juta
Berita ini 15 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:34 WIB

12 Agustus Jadi Penentu, Bupati Gowa Bicara Sebelum DPRD Ambil Keputusan

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:26 WIB

Kali Kedua Bupati Gowa Mangkir dari Panggilan Tipidkor, Besok Dijadwalkan Diperiksa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Bawa Busur Panah dan Ketapel, 2 Pemuda Diamankan Jatanras Polresta Gowa

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:38 WIB

Babinsa Kawal Program Makan Bergizi Gratis di Pattallassang, 1.144 Penerima Nikmati Menu Bergizi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 05:39 WIB

Dandim 1409/Gowa Beri Penghargaan kepada Wartawan Mitra, Apresiasi Peran Pers Dorong Keterbukaan Informasi

Berita Terbaru