8GOWA, baratimur.com— Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Sunggumanai, Koramil 1409-03/Bontomarannu, Serka Agus Budianto, melakukan pemantauan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Inpres Japing, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Jumat (7/8/2026).
Pemantauan yang dimulai pukul 09.00 Wita itu dilakukan untuk memastikan proses penyaluran makanan berlangsung tertib, tepat sasaran, serta memenuhi standar kebersihan dan kelayakan konsumsi.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan TNI terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah, sekaligus memastikan distribusi bantuan berjalan optimal.
Dalam pelaksanaannya, Program MBG di Desa Sunggumanai menjangkau sebanyak 1.144 penerima manfaat, yang terdiri atas peserta didik, tenaga pendidik, ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga baduta.
Rinciannya, penerima di lingkungan sekolah meliputi TK Mekar Sari dengan 44 siswa dan lima guru, TK Aisyah sebanyak 13 siswa dan empat guru, TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Pattallassang sebanyak 20 siswa dan tiga guru, SD Inpres Sailong sebanyak 166 siswa dan 12 guru, serta SD Inpres Japing yang menjadi penerima terbanyak dengan 413 siswa dan 25 guru.
Secara keseluruhan, program tersebut menyasar 656 siswa dan 49 guru.
Sementara itu, penerima di luar lingkungan sekolah terdiri atas 27 ibu hamil, 87 ibu menyusui, 246 balita, dan 79 baduta, dengan total 439 penerima.
Menu yang disajikan pada hari itu terdiri atas nasi, ayam chicken katsu, tahu kecap, tumis wortel dan labu siam, serta buah melon. Seluruh makanan dipastikan dalam kondisi baik, segar, dan layak dikonsumsi.
Serka Agus Budianto mengatakan kehadiran Babinsa bertujuan memastikan seluruh tahapan penyaluran berjalan sesuai prosedur, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat maupun pihak sekolah.
“Kami hadir untuk memastikan penyaluran Program Makan Bergizi Gratis berlangsung tertib, aman, dan tepat sasaran. Selain itu, kami ingin memastikan makanan yang diterima siswa dan masyarakat benar-benar higienis, bergizi, serta memberikan manfaat bagi kesehatan mereka,” ujar Agus.
Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara TNI, pemerintah, dan pihak sekolah menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan program tersebut di lapangan.
Pemantauan berakhir sekitar pukul 09.30 Wita. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa kendala.













