Dibalik Jabatan Bukan Kekuasaan Mutlak, Kebenaran Akan Mengungkap Lekeliruan Di Tanah Peradaban Gowa 

- Penulis

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

22 Juli 2026

GOWA | BARATIMUR.COM–Seberapa tebal pun tirai kekuasaan dan seberapa tinggi pun tembok keangkuhan dibangun, takkan pernah mampu menyembunyikan penyimpangan pejabat publik selamanya. Terlalu banyak pengemban amanah yang seolah kehilangan kaca mata nurani merasa dirinya penguasa tak tertandingi, sehingga setiap langkah yang melenceng jauh dari aturan, etika, dan kehendak rakyat, tetap dianggapnya sebagai jalan yang paling benar.

Jabatan yang dipangku bukanlah hak warisan mutlak, melainkan amanah yang terikat erat oleh pasal hukum dan sumpah jabatan. Ketika batas itu dilangkahi, maka sesungguhnya telah terang benderang, ia tak lagi menjadi teladan, melainkan terjebak dalam jerat penyalahgunaan wewenang yang perlahan tapi pasti meruntuhkan kepercayaan masyarakat.

Kebenaran tak pernah meminta izin untuk tampil. Ia hadir lewat celah kesalahan yang sengaja dibuat. Tak ada pejabat yang tak tahu apa yang dilakukannya keliru hanya saja, mereka kerap berpura-pura buta, menolak mengakui kekhilafan, dan bersembunyi di balik payung jabatan seolah status itu mampu menghapus jejak pelanggaran.

Baca Juga:  Dandim 1409/Gowa Beri Penghargaan kepada Wartawan Mitra, Apresiasi Peran Pers Dorong Keterbukaan Informasi

Perlu diingat, kekuasaan adalah pelayanan, bukan lisensi untuk membenarkan segala cara. Aturan dibuat untuk mengikat seluruh warga negara, termasuk yang duduk di kursi teratas. Tak ada satu pun pangkat yang sanggup mengubah kesalahan menjadi kebenaran.

Terlebih bagi pemimpin daerah yang kedudukannya laksana imam bagi jamaahnya. Seorang imam takkan pernah menuntun jamaah ke jalan yang buntu, apalagi mengajarkan hal yang bertentangan dengan norma, moral, dan adab yang dijunjung tinggi.

Hal ini terasa semakin berat jika dilihat dari identitas Kabupaten Gowa sendiri. Butta Patturioloang, tanah yang menyimpan sejarah panjang peradaban, pusat kebudayaan yang menjunjung tinggi nilai luhur hingga ditetapkannya sebagai daerah otonom melalui Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 pada 4 Juli silam.

Di tanah yang begitu menjaga kehormatan dan kebenaran ini, tentu tak pantas jika pengemban amanah justru melanggar cermin yang telah lama dijaga oleh leluhur. Sejarah takkan pernah memaafkan pemimpin yang menganggap dirinya lebih tinggi dari aturan dan nurani rakyatnya sendiri.(*/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel baratimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Babinsa Kawal Program Makan Bergizi Gratis di Pattallassang, 1.144 Penerima Nikmati Menu Bergizi
Dandim 1409/Gowa Beri Penghargaan kepada Wartawan Mitra, Apresiasi Peran Pers Dorong Keterbukaan Informasi
Babinsa Koramil Pallangga Kawal Penyaluran Makan Bergizi Gratis di Bontoramba, Sasar 7 Sekolah
Babinsa dan Warga Gotong Royong Bersihkan Selokan di Cikoro, Cegah Genangan Saat Musim Hujan
Remaja 18 Tahun di Gowa Ditangkap Usai Diduga Bobol Gudang Pertukangan, Kerugian Korban Capai Rp 6 Juta
Kodim 1409/Gowa Semarakkan HUT Ke-81 RI dengan Pesta Rakyat, Dandim Tekankan Kekompakan dan Sportivitas
Kodim 1409/Gowa Mulai Bangun Tiga Jembatan Beton, Warga Sambut Antusias
Kawal Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil Bontonompo Dampingi Petani Gowa Panen Padi 12 Ton
Berita ini 27 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:38 WIB

Babinsa Kawal Program Makan Bergizi Gratis di Pattallassang, 1.144 Penerima Nikmati Menu Bergizi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 05:39 WIB

Dandim 1409/Gowa Beri Penghargaan kepada Wartawan Mitra, Apresiasi Peran Pers Dorong Keterbukaan Informasi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 05:36 WIB

Babinsa Koramil Pallangga Kawal Penyaluran Makan Bergizi Gratis di Bontoramba, Sasar 7 Sekolah

Jumat, 7 Agustus 2026 - 05:32 WIB

Babinsa dan Warga Gotong Royong Bersihkan Selokan di Cikoro, Cegah Genangan Saat Musim Hujan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Remaja 18 Tahun di Gowa Ditangkap Usai Diduga Bobol Gudang Pertukangan, Kerugian Korban Capai Rp 6 Juta

Berita Terbaru

Uncategorized

Jembatan Gantung Tahap V di Gowa Dikebut, Progres Capai 75 Persen

Sabtu, 8 Agu 2026 - 06:50 WIB

Uncategorized

Babinsa dan Mahasiswa UIN Gotong Royong Bersihkan Masjid di Gowa

Sabtu, 8 Agu 2026 - 06:47 WIB