Benarkah Kasus Erelembang Sengaja Dibesar-besarkan untuk Kaburkan Izin PT APU..?? 

- Penulis

Kamis, 22 Januari 2026 - 06:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GOWA | BARATIMUR.COM–Pendiri Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Indonesia (Gerak Misi), Ahmad Ando, secara tegas menyatakan bahwa kasus dugaan perusakan hutan lindung Desa Erelembang, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sengaja dibesar-besarkan dengan tujuan mengaburkan keberadaan pemilik izin Pengelolaan Produksi Hasil Hutan Kayu (PPHKm) lainnya di kawasan yang sama. Senin, (19/1/2026)

“Kasus perusakan hutan lindung Erelembang yang kini ramai diperbincangkan jelas memiliki motif tersembunyi. Ada pihak yang diposisikan sebagai pelaku utama, padahal kenyataan menunjukkan adanya perusahaan penyadapan getah karet yang telah beroperasi lama di wilayah tersebut,” ujar Ando dalam konferensi pers resmi yang digelarnya.

Ando juga mengungkapkan bahwa dugaan kerusakan hutan lindung yang terjadi di wilayah yang mencakup Desa Erelembang dan Desa Tonasa (Kecamatan Tombolopao serta beberapa desa di Kecamatan Biring Bulu) tidak berlebihan jika dikaitkan dengan PT APU.

Menurutnya, kehadiran pemilik izin PPHKm lain di Desa Erelembang justru menjadi batu sandungan bagi operasional PT APU, mengingat kedua pihak memiliki izin pengolahan hutan yang berlokasi di kawasan yang sama.

Baca Juga:  Puncak Hari Jadi Gowa, 141 Personel Dikerahkan Ciptakan Situasi Aman dan Kondusif

“PT APU tidak pernah disebutkan secara jelas maupun menjadi sasaran penggerebekan, meskipun beroperasi di Desa Erelembang,” tutur Ando.

Kelompok masyarakat yang juga berbadan usaha dan memiliki izin PPHKm tersebut bertujuan utama melindungi dan mengelola hutan lindung secara berkelanjutan, sesuai dengan nilai-nilai adat dan kepentingan masyarakat lokal. “Keberadaannya jelas menghambat ruang gerak perusahaan yang cenderung mengutamakan kepentingan komersial tanpa mempertimbangkan kelestarian lingkungan,” jelas Ando dengan nada kritis.

Ando menegaskan bahwa Gerak Misi akan terus mengawal proses penyelidikan kasus ini dan menuntut agar pihak berwenang melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap semua perusahaan yang beroperasi di kawasan hutan lindung. “Kita tidak akan tinggal diam jika terdapat upaya memanfaatkan kasus ini sebagai alat untuk menghilangkan pihak yang menjadi penjaga kelestarian alam kita,” pungkasnya.(*/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel baratimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PERMAHI meminta Propam melakukan pemeriksaan secara profesional,Terkiat Pelanggaran Kode Etik
Menkopolkam Kutuk Keras Pembakaran dan Pembunuhan Pilot AMA Air Oleh KKB Papua
Aturan Diabaikan, Gudang Liar di Jipang Raya Tetap Beroperasi Sekalipun Dilarang Sesuai Aturan Perwali Kota Makassar
Insiden Hari Bhayangkara, Kapolres Pasangkayu Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap Bawahannya
WALAUPUN TIDAK SESUAI PERENCANAAN SID, PROGRAM CETAK SAWAH RAKYAT DI SULAWESI TETAP DIJALANKAN KEPALA BLIP KELAS I MAKASSAR: “KAMI MENDAPAT TEKANAN DARI PUSAT UNTUK MELAKSANAKAN KEGIATAN”
Pencurian Kotak Amal Terjadi Saat Masjid Ramai Jamaah, Wajah Pelaku Terekam CCTV
MELANGGAR IZIN SECARA TERBUKA: Bongkar Muat Cangkang Kelapa Sawit Berlangsung Mencurigakan di Jetty Khusus Batu Bara PT DJA
Kisah Perjalanan Hidup : Dari Kenakalan Remaja Hingga Menjadi Advokat Pembela Rakyat
Berita ini 32 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:48 WIB

PERMAHI meminta Propam melakukan pemeriksaan secara profesional,Terkiat Pelanggaran Kode Etik

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:09 WIB

Menkopolkam Kutuk Keras Pembakaran dan Pembunuhan Pilot AMA Air Oleh KKB Papua

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:49 WIB

Aturan Diabaikan, Gudang Liar di Jipang Raya Tetap Beroperasi Sekalipun Dilarang Sesuai Aturan Perwali Kota Makassar

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:26 WIB

Insiden Hari Bhayangkara, Kapolres Pasangkayu Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap Bawahannya

Rabu, 24 Juni 2026 - 03:09 WIB

WALAUPUN TIDAK SESUAI PERENCANAAN SID, PROGRAM CETAK SAWAH RAKYAT DI SULAWESI TETAP DIJALANKAN KEPALA BLIP KELAS I MAKASSAR: “KAMI MENDAPAT TEKANAN DARI PUSAT UNTUK MELAKSANAKAN KEGIATAN”

Berita Terbaru