Kisah Perjalanan Hidup : Dari Kenakalan Remaja Hingga Menjadi Advokat Pembela Rakyat

- Penulis

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Hariadi Talli

GOWA | BARATIMUR.COM–Di sebuah desa kecil di Kabupaten Gowa, hiduplah seorang remaja bernama Ando. Jika orang mengenalnya kini sebagai sosok yang vokal menyuarakan keadilan, mungkin tak banyak yang tahu bahwa fondasi keberaniannya justru ditempa dalam api kenakalan masa muda. Di usia yang masih merangkak menuju kedewasaan, Ando bukanlah anak yang tenang. Ia dikenal cerdas dalam berkomunikasi dan memiliki naluri hukum yang tajam, namun sayangnya, bakat itu sempat tersalurkan ke arah yang keliru.

Ando sering terlibat keributan dengan teman sebaya, bahkan tak jarang berseteru dengan warga sekitar tempat tinggalnya. Bakat komunikasinya yang unggul membuatnya pandai menengahi konflik, tetapi karena usianya yang masih di bawah umur, ia justru lebih sering berurusan dengan pihak kepolisian. Catatan kepolisian di Polsek setempat cukup tebal; andilnya dalam perkelahian antar-teman sekolah kerap membuatnya ditahan, hanya untuk kemudian dilepaskan kembali karena statusnya sebagai pelajar. Puncaknya, ketika tekanan dari aparat dan lingkungan semakin berat, Ando mengambil keputusan drastis: meninggalkan rumah dan kedua orang tuanya. Ia mengungsi ke Kabupaten Luwu Timur, tinggal sendiri, dan membiarkan keheningan menjadi guru terbaik untuk intropeksi diri.

Waktu terus bergulir, membawa fase mengharukan dalam hidupnya. Ando akhirnya memutuskan untuk pulang. Dengan tekad baru, ia kembali ke kampung halaman untuk menyelesaikan pendidikan SMA yang sempat tertunda. Kepulangannya bukan sekadar fisik, melainkan kembalinya seorang pemuda yang telah belajar dari kesalahan.

Lulus SMA pada tahun 2014, Ando melanjutkan langkahnya ke perguruan tinggi Sewerigading di Kota Makassar, mengambil jurusan Hukum. Pilihan ini bukan kebetulan; jiwa hukum yang sempat liar di masa remaja kini menemukan wadahnya yang tepat. Di bangku kuliah, prinsip keteguhan yang tertanam sejak kecil berubah menjadi energi positif. Ando mudah berinteraksi, aktif dalam organisasi, dan sibuk menghadiri seminar-seminar sosial untuk membela hak-hak rakyat. Ia tidak lagi mencari musuh, melainkan mencari kebenaran.

Baca Juga:  SIARAN PERS Satreskrim Polresta Balikpapan Dalami Aktivitas Penumpukan dan Jual Beli Pasir di Lamaru

Puncak dari perjuangan organisasinya terwujud pada tahun 2018, ketika Ando mendirikan “GERAK MISI” (Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Indonesia). Lembaga NGO ini berdiri tegak di Sulawesi Selatan, khususnya di Makassar dan Gowa, dengan satu misi utama: menyuarakan keadilan bagi mereka yang tak bersuara. Selama empat tahun, Ando yang kala itu dijuluki “King of the King” oleh rekan-rekannya memimpin GERAK MISI meneriakkan aspirasi rakyat di jalanan dan depan kantor-kantor pemerintahan. Jeritan itu bukan lagi jeritan kenakalan remaja, melainkan raungan pembelaan terhadap ketidakadilan.

Memasuki tahun 2023, sang “King of the King” melebarkan sajadah perjuangannya ke lantai pengadilan. Jiwa hukum yang muncul sejak masa remajanya kini resmi diakui negara. Ando dilantik sebagai Advokat/Pengacara Muda. Transformasi itu sempurna: dari remaja yang sering ditahan polisi, kini ia berdiri di sisi lain meja, menggunakan ilmu hukum untuk melindungi mereka yang mungkin pernah merasakan nasib serupa dengannya di masa lalu.

“Maaf dik Ando, saya sengaja menulis realita perjalanan dan kariermu karena ini adalah perjalanan tidak mudah yang engkau lalui. Semoga kisah ini dapat memberikan kita motivasi bahwa kesuksesan terkadang datang justru dari ketidakadilan alam dan masa lalu yang kelam. Jadikan luka sebagai kekuatan, dan jadikan pengalaman sebagai senjata keadilan.”

(Mr. Hariadi )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel baratimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SIARAN PERS Satreskrim Polresta Balikpapan Dalami Aktivitas Penumpukan dan Jual Beli Pasir di Lamaru
Teror Senjata Tajam Didesa Taeng, CCTV Rekam Aktivitas Mencurigakan, DPD AJUN MAKASSAR DESAK POLISI PERKETAT PATROLI MALAM
BREAKING NEWS; Basri Kajang alias Ombas Diperiksa Penyidik Tipikor Polda Sulsel, Didalami Kasus Dugaan Korupsi Seragam Sekolah Gratis Gowa
TANTANG HUKUM DI SIANG BOLONG.! Penimbun BBM Rizal Bongkar Solar Subsidi di Depan Umum, Polisi Kaltim Diminta Jangan Lagi “Bisu”
DPD LIN Sulsel Bantah Tegas Tuduhan Pencatutan Nama: Legalitas Badan Hukum Menjadi Pijakan Mutlak
Soal Dugaan Pelanggaran Etik Kapolres Pasangkayu, BPI KPNPA RI: Ada apa Kapolda Sulawesi Barat Bungkam?
Aktivis Minta Ketua DPC Gerindra Bone Tidak Tutup Mata atas Dugaan Penganiayaan terhadap Staf oleh Ketua DPRD Bone
PENYITAAN ALAT DAN KAPAL NELAYAN DI BANGGAI KEPULAUAN : TIDAK ADA BUKTI MERUSAK EKOSISTEM, JUSTRU MENGHAMBAT MATA PENCAHARIAN NELAYAN
Berita ini 45 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 04:05 WIB

SIARAN PERS Satreskrim Polresta Balikpapan Dalami Aktivitas Penumpukan dan Jual Beli Pasir di Lamaru

Minggu, 9 Agustus 2026 - 05:54 WIB

Teror Senjata Tajam Didesa Taeng, CCTV Rekam Aktivitas Mencurigakan, DPD AJUN MAKASSAR DESAK POLISI PERKETAT PATROLI MALAM

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:08 WIB

BREAKING NEWS; Basri Kajang alias Ombas Diperiksa Penyidik Tipikor Polda Sulsel, Didalami Kasus Dugaan Korupsi Seragam Sekolah Gratis Gowa

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:54 WIB

TANTANG HUKUM DI SIANG BOLONG.! Penimbun BBM Rizal Bongkar Solar Subsidi di Depan Umum, Polisi Kaltim Diminta Jangan Lagi “Bisu”

Minggu, 2 Agustus 2026 - 05:34 WIB

DPD LIN Sulsel Bantah Tegas Tuduhan Pencatutan Nama: Legalitas Badan Hukum Menjadi Pijakan Mutlak

Berita Terbaru

Pemerintah

Rumiadi Apresiasi 27 ASN Terima Satyalancana Karya Satya

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:06 WIB

Pemerintah

DAD Murung Raya Perkuat Sinergi dan Kapasitas Pemangku Adat

Kamis, 13 Agu 2026 - 15:51 WIB