GOWA, baratimur.com — Pembangunan Jembatan Gantung/Perintis Tahap V di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, terus dikebut. Proyek yang dikerjakan melalui kolaborasi TNI dan masyarakat itu kini telah mencapai progres lebih dari 80 persen.
Pembangunan jembatan tersebut berada di dua titik wilayah Kodim 1409/Gowa. Masing-masing berlokasi di Sungai Je’ne Lata, Desa Pattalikang, Kecamatan Manuju, dan Sungai Lambere, Desa Buakkang, Kecamatan Bungaya.
Hingga Selasa (11/8/2026), progres pembangunan di Sungai Je’ne Lata telah mencapai 85 persen, sementara jembatan di Sungai Lambere mencapai 80,30 persen.
Personel gabungan dari Yonzipur, Zibang, Yon TP, dan Babinsa Kodim 1409/Gowa bersama warga terus bergotong royong menyelesaikan pengerjaan fisik di kedua lokasi.
Jembatan gantung tersebut diharapkan menjadi akses penting bagi masyarakat yang selama ini harus menyeberangi sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Selain memperlancar mobilitas warga, keberadaan jembatan juga dinilai dapat membantu masyarakat mengangkut hasil pertanian serta memudahkan akses anak-anak menuju sekolah.
Terlebih saat musim penghujan, debit sungai yang meningkat kerap menjadi kendala bagi warga yang hendak menyeberang.
Dengan adanya jembatan permanen, masyarakat diharapkan tidak lagi terlalu bergantung pada akses penyeberangan yang berisiko ketika kondisi sungai mengalami peningkatan debit air.
Dandim 1409/Gowa Letkol Inf Gilang Nugraha Kresnadi mengapresiasi kerja keras personel TNI dan masyarakat yang terlibat dalam pembangunan tersebut.
Menurut dia, pembangunan jembatan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan infrastruktur, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi kerja keras seluruh personel gabungan TNI dan masyarakat setempat yang pantang menyerah,” ujar Gilang.
Ia mengatakan, jembatan tersebut diharapkan dapat mempermudah aktivitas warga sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Pembangunan jembatan ini bukan sekadar membangun sarana fisik, tetapi juga membangun asa dan mempermudah roda perekonomian warga. Gotong royong inilah wujud nyata Kemanunggalan TNI dengan Rakyat,” katanya.
Masyarakat penerima manfaat menyambut positif pembangunan jembatan tersebut.
Warga menilai jembatan akan memangkas waktu tempuh sekaligus memberikan akses penyeberangan yang lebih aman, terutama ketika musim hujan tiba.
Tokoh masyarakat setempat juga menyampaikan apresiasi atas perhatian TNI terhadap kebutuhan infrastruktur di wilayah mereka.
Masyarakat berharap pengerjaan dapat segera dituntaskan dan jembatan segera diresmikan sehingga bisa dimanfaatkan untuk menunjang mobilitas warga di Kecamatan Manuju dan Bungaya.
Dengan progres yang telah melampaui 80 persen, pembangunan Jembatan Gantung/Perintis Tahap V tersebut kini memasuki tahap akhir sebelum dapat digunakan masyarakat.













