GOWA, baratimur.com – Aparat gabungan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada puncak musim kemarau.
Langkah tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Kesiapan Penanganan Karhutla yang digelar di Lapangan Mapolresta Gowa, Selasa (11/8/2026).
Danramil 1409-06/Bajeng, Lettu Inf Arifin, bersama 10 personelnya turut hadir dalam apel tersebut.
Kegiatan dipimpin Kapolresta Gowa Kombes Pol. Dr. Muh. Yusuf Usman, S.H., S.I.K., M.T. dan melibatkan sejumlah instansi terkait.
Peserta apel berasal dari jajaran Polresta Gowa, Dinas Perhubungan, Kehutanan, Pemadam Kebakaran, Satpol PP, BPBD Kabupaten Gowa, serta unsur terkait lainnya.
Dalam amanat Kapolda Sulawesi Selatan yang dibacakannya, Muh. Yusuf Usman menekankan pentingnya langkah pencegahan untuk mengantisipasi terjadinya karhutla.
Menurutnya, deteksi dini, patroli secara rutin, serta pengecekan kesiapan personel dan peralatan menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi bencana tersebut.
Berdasarkan data BMKG, puncak musim kemarau di Sulawesi Selatan diprediksi berlangsung pada Agustus hingga September. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan sekaligus kebakaran hutan dan lahan.
“Pencegahan dini dan sinergi lintas sektoral adalah kunci utama. Kita harus mengutamakan keselamatan serta menjalankan tugas ini dengan penuh rasa tanggung jawab demi melindungi masyarakat dan lingkungan,” kata Muh. Yusuf Usman.
Kehadiran personel Koramil 1409-06/Bajeng dalam apel tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara TNI, Polri dan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi karhutla.
Sinergi lintas instansi dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila ditemukan titik api maupun kondisi yang berpotensi memicu kebakaran.
Selain mencegah meluasnya kebakaran, kesiapsiagaan tersebut diharapkan dapat meminimalkan dampak karhutla terhadap masyarakat, lingkungan, dan aktivitas perekonomian di Kabupaten Gowa.
Koramil 1409-06/Bajeng juga berkomitmen mendukung langkah pencegahan melalui pemantauan wilayah dan koordinasi dengan unsur terkait, khususnya selama periode musim kemarau.













