Gampong Seuneubok Buya Gelar Musdesus, Matangkan DURK untuk Percepatan Pembangunan 2026

- Penulis

Selasa, 3 Maret 2026 - 01:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Idi Tunong  |BARATIMUR.COM–– Gampong Seuneubok Buya menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan penyusunan Dokumen Usulan Rencana Kegiatan (DURK) tahun anggaran mendatang. Forum yang berlangsung dinamis ini menjadi sorotan warga karena menyangkut arah pembangunan dan penggunaan dana desa 2026.

Musdesus yang dihadiri aparatur gampong, Tuha Peut, tokoh masyarakat, unsur perempuan, pemuda hingga perwakilan kelompok tani dan nelayan itu membahas skala prioritas kebutuhan mendesak di desa.

Infrastruktur, penguatan ekonomi warga, penanganan dampak bencana, hingga peningkatan layanan sosial menjadi agenda utama pembahasan.

Keuchik Gampong Seuneubok Buya M Isa dalam sambutannya menegaskan bahwa penyusunan DURK harus berbasis kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar formalitas administrasi.

“Kita ingin DURK ini benar-benar menjawab persoalan warga. Semua usulan harus transparan dan disepakati bersama,” tegasnya di hadapan peserta musyawarah.

Sejumlah warga juga menyampaikan aspirasi terkait perbaikan jalan lingkungan, normalisasi saluran air, serta dukungan modal usaha kecil. Mereka berharap DURK yang disusun tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pemberdayaan ekonomi pasca berbagai tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Baca Juga:  Wilayah Tallo Sapiria Kembali Menelan Korban Jiwa Usai Terjadi Perang Kelompok, Kipas Tumbang Diujung Peluru Senapan Angin

Suasana musyawarah berlangsung terbuka dengan sesi tanya jawab yang cukup alot. Beberapa peserta bahkan meminta agar hasil Musdesus diumumkan secara terbuka melalui papan informasi publik sebagai bentuk transparansi.

Pendamping desa yang turut hadir mengingatkan pentingnya kesesuaian DURK dengan regulasi dan prioritas nasional penggunaan dana desa tahun 2026 agar tidak terjadi kendala administrasi di kemudian hari.

Musdesus ini dinilai menjadi momentum penting bagi Gampong Seuneubok Buya dalam memastikan arah pembangunan desa lebih terukur, partisipatif, dan tepat sasaran.

Kini, publik menanti apakah hasil DURK yang disusun benar-benar mampu menjawab harapan masyarakat atau justru kembali menjadi dokumen administratif semata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel baratimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Murung Raya Prioritaskan Infrastruktur dan Kesejahteraan Masyarakat
Dina Maulidah Tekankan Hasil Rakerda TP-PKK Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Ketua IWOI Aceh Timur Minta Ulama dan DPR Terlibat Selesaikan Kemelut Aceh Timur 
Polres Aceh Timur Salurkan Bantuan untuk Dayah Terdampak Banjir
DPP AWAI Audiensi Bersama Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh.
*Usai Apel Pagi, Polres Aceh Timur Gelar Tes Urine Personel*
Proyek Tanggap Darurat, Diduga Tanpa Pengawasan; BNPB Vs Pemkab Aceh Timur Saling Lempar Tanggung Jawab
Musyawarah Gampong Bantayan Barat Tetapkan Penerima BLT Tahun Anggaran 2026
Berita ini 2 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:44 WIB

DPRD Murung Raya Prioritaskan Infrastruktur dan Kesejahteraan Masyarakat

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:32 WIB

Dina Maulidah Tekankan Hasil Rakerda TP-PKK Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Minggu, 8 Maret 2026 - 12:47 WIB

Ketua IWOI Aceh Timur Minta Ulama dan DPR Terlibat Selesaikan Kemelut Aceh Timur 

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:37 WIB

Polres Aceh Timur Salurkan Bantuan untuk Dayah Terdampak Banjir

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:22 WIB

DPP AWAI Audiensi Bersama Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh.

Berita Terbaru

Pemerintah

Pemkab Murung Raya Kembali Raih Opini WTP dari BPK LKPD 2025

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:41 WIB